:: percik renik ::

April 22, 2005

Cerita dari seorang kawan

Filed under: Uncategorized — delango @ 10:28 am

Di dalam pesawat, di angkasa jawa timur, saya duduk bersebelahan dengan
seorang karyawan.

Me: tinggal di Surabaya Pak?
Him: iya. kerja di Avian (pabrik cat). mas kerja di surabaya juga?
Me: nggak, tinggal di mataram, ke surabaya cuma main-main saja. liburan.
Him: oo..masih kuliah?
Me: iya.
Him: (langsung mode menasehati) mas, mumpung masih kuliah, belajar bahasa
inggris yang baik. karena nanti waktu cari-cari kerja, bahasa inggris itu
penting sekali. pengalaman saya dulu setelah lulus kuliah, cari kerja di
surabaya, …bla bla bla bla… (panjang ceritanya tentang saya harus punya
apa, harus begini, begitu,…. kemudian, akhirnya dia tanya..). Mas,
kuliahnya di mana?
Me: tokyo.
Him: tokyo itu di mana?
Me: jepang.
Him: oooo… (langsung gak pernah ngomong lagi sampai landing di surabaya)

April 6, 2005

Bawang Bombay Kehidupan

Filed under: Uncategorized — delango @ 11:42 am

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta
untuk melakukan suatu permainan. "Siapakah orang yang paling penting dalam
kehidupan Anda?" Pengajar pun meminta bantuan seorang peserta maju ke depan
kelas, dan mulai melakukan permainan itu.

"Silakan tulis 20 nama orang yang paling dekat dengan kehidupan anda saat ini!"

Seorang peserta perempuan kemudian maju, dan menuliskan 20 nama di papan tulis.
Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.
Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang
dianggap kurang atau tidak penting. Lalu sisiwi itu mencoret satu nama,
tetangganya.

Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang
tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman
sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya,
nama suami, serta nama anaknya. Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi.
Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak,
apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai
sudah tadk ada lagi yang harus dipilih.

Namun di keheningan kelas sang pengajar berkata: "Coret satu lagi!"

Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama.
Nama orang tuanya.

"Silakan coret satu lagi!"

Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya
tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya.
Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.

Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya:

"Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan
membesarkan Anda.Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi.
Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit
dipisahkan?"

Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa
yang hendak dikatakannya. "Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan
saya. Anak pun demikian. Jika ia telah dewas dan menikah, ia akan meninggalkan
saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."

Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika dikupas selapis demi selapis, akan
habis. Dan ada kalanya kita dibuat menangis.

Blog at WordPress.com.