:: percik renik ::

January 18, 2006

[kali ini] [masih] tentang cinta

Filed under: percikan jiwa — delango @ 12:50 pm

Learn to love the people who are with you at present.
Forget the people in the past and thank them for hurting you.

Love is not for beauty color of skin,
but for a heart that is loyal within.
For beauty fades and the skin would grow old,
but a heart that is loyal,
will never turn cold.

If someone hurts you, betrays you or break your heart,
forgive them for they have helped you learn about trust,
and the importance of being cautios to whom you open your heart.

A love is easy to feel,
so hard to explain,
so easy to get,
so hard to let go,
so easy to spell,
so hard to define.

And yet everyone is still taking the risk.
That’s love!

We are all a little weird and life’s a little weird and
when we find someone whose weirdness is compatible with ours,
we join up with them and fall in love in mutual weirdness
and call it LOVE!

Never be afraid to fall in love.
It may hurt a lot, it may gives aches and pain,
but if you don’t follow your heart,
in the end you will cry even more
for not giving love a chance.

Don’t run ahead of God.
Let Him direct your steps.
He has plans and He has His time.
God’s clock is never one minute early nor one minute late.
It always strikes right on time.

If someone love you, love them back!
Not only because they love you,
but also because they are teaching you
to love and opening your heart,
and eyes to things you have never seen
or felt without them.

The past is meant to be used as a tool for the future.
Bad experience indeed make you bitter,
but the lesson learned should make you better.

When you find arms that will hold you at your weakest,
eyes that will see at your ugliest,
lips that will kiss you in both instances,
and a heart that will love you at your worst,
then you have found TRUE LOVE.

Someday, someone might come into your life
and love you in a way you always wanted.
If your someday was yesterday…, LEARN!
If your someday was tomorrow…, HOPE!
If your someday was today…, CHERISH!

January 7, 2006

Cinta Sang Nabi [Kahlil Gibran]

Filed under: Uncategorized — delango @ 12:40 pm

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya
Meskipun jalan yang harus kautempuh keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merengkuhmu, serahkan dirimu padanya
Meskipun pedang-pedang yang ada di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Dan jika ia berbicara padamu, percayalah
Meskipun suaranya akan membuyarkan mimpi-mimpimu bagaikan angin utara yang memporakporandakan petamanan.

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menumbuhkan dan memangkasmu
Mengangkatmu naik, membela ujung-ujung rantingmu yang gemulai dan membawanya ke matahari

Tapi cinta juga akan mencengkeram, menggoyang akar-akarmu hingga tercerabut dari bumi
Bagai seikat gandum ia satukan dirimu dengan dirinya
Menebahmu hingga telanjang
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu
Menggilasmu untuk memutihkan
Melumatmu hingga kau menjadi liat
Kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya, hingga engkau menjadi roti suci perjamuan kudus bagi Tuhan.
Semuanya dilakukan cinta untukmu hingga kau mengetahui rahasia hatimu sendiri, dan dalam pengetahuan itu kau akan menjadi bagian hati kehidupan.

Jangan biarkan rasa takut bersarang, agar kau tak hanya menjadikan cinta tempat mencari senang.
Karena akan lebih baik bagimu untuk segera menutupi ketelanjangan dan berlalu dari lantai penebahan cinta,
Menuju dunia tanpa musim dimana engkau akan puas tertawa, gelak yang bukan tawamu, dan engkau akan menangis, air mata yang bukan tangismu.

Cinta tidak memberi apapun kecuali dirinya sendiri dan tidak meminta apapun selain cinta itu sendiri,
Ia tidak memiliki dan tidak dimiliki
Karena cinta hanya untuk cinta

Ketika engkau mencinta jangan katakan, “Tuhan ada dalam hatiku”; tapi katakan, “Aku ada di hati Tuhan”
Dan jangan berpikir engkau dapat memilih jalan sendiri karena cintalah, jika ia berkenan, yang akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak pernah berhasrat selain pemenuhan dirinya
Namun jika engkau mencinta dan harus memiliki hasrat, biarlah ini yang menjadi hasratmu :
Melebur diri dan menjadi anak sungai yang mengalir melantunkan nyanyian ke peraduan malam
Mengetahui sakitnya rasa kelembutan
Terluka oleh pemahamanmu sendiri tentang cinta;
Berdarah dengan ikhlas penuh suka cita
Terbangun di saat fajar dengan hati bersayap dan menghaturkan puji syukur untuk hari-hari yang penuh cinta;
Beristirahat di terik siang dan merenungkan puncak-puncak cinta
Pulang di petang hari dengan syukur sepenuh hati

Blog at WordPress.com.